Pembinaan Kepala KUA dan Penghulu Perkuat Implementasi Asta Protas, Dorong Pelayanan Keagamaan yang Berdampak bagi Masyarakat

Terpopuler

Kota Tangerang — Kantor Kementerian Agama Kota Tangerang menggelar Pembinaan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) dan Penghulu se-Kota Tangerang di KUA Kecamatan Neglasari, Kamis (16/7). Mengusung tema “Implementasi Asta Protas Kementerian Agama RI Tahun 2025–2029, Kemenag Berdampak”, kegiatan ini menjadi momentum penguatan sinergi dan peningkatan kualitas layanan keagamaan yang profesional, inklusif, serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Kegiatan dihadiri oleh Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Banten, H. Amrullah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tangerang, H. Iin Sholihin, Plt. Kasubbag TU H. Abdul Rohman, Kasi Bimas Islam H. Abdul Rozak, Ketua Forum KUA H. M. Rouf, Ketua APRI H. Abdul Kholiq Rasyidi, serta para Kepala KUA dan Penghulu se-Kota Tangerang.

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tangerang, H. Iin Sholihin, menyampaikan bahwa saat ini terdapat penambahan 8 penghulu baru menjadi langkah strategis dalam memperkuat pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, kehadiran para penghulu tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan, khususnya pada bidang kepenghuluan di seluruh wilayah Kota Tangerang. “Dengan tambahan 8 orang penghulu ini, ke depan bisa memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat di Kota Tangerang,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa Kementerian Agama Kota Tangerang akan melakukan analisis jabatan penghulu guna mewujudkan pemerataan jumlah penghulu di setiap KUA. Langkah tersebut diharapkan mampu mengoptimalkan pelayanan yang semakin cepat, merata, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Banten, H. Amrullah, menegaskan pentingnya kolaborasi antara penghulu dan penyuluh agama sebagai garda terdepan pelayanan keagamaan.

Menurutnya, kedua profesi tersebut memiliki irisan tugas yang sama dalam membina dan menguatkan kehidupan beragama di tengah masyarakat. “APRI dan IPARI harus kuat, bersatu, antara umat yang satu dengan umat yang lain. Kepala kantor juga termasuk untuk penguatan moderasi beragama,” ujarnya.

H. Amrullah menambahkan bahwa moderasi beragama merupakan tanggung jawab bersama, terlebih Kota Tangerang memiliki masyarakat yang sangat beragam dari sisi agama dan budaya.

“Apalagi di Kota Tangerang dengan jumlah pendudukan yang sangat variatif ya kan, hampir semua agama di sini. Bagaimana penghulu dan penyuluh bisa meningkatkan hidup yang harmonis. Keharmonisan semua agama,” imbuhnya.

Selain membahas penguatan moderasi beragama, pembinaan juga menyoroti optimalisasi layanan KUA, mulai dari pelayanan nikah, pengelolaan tanah wakaf, hingga sertifikasi halal sebagai bagian dari implementasi program prioritas Kementerian Agama yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Sebagai penutup, Kepala KUA Kecamatan Neglasari H. Sa’adih menunjukkan hasil kampanye penguatan ekoteologi yang selama ini telah diinisiasi KUA Kecamatan Neglasari bersama para calon pengantin. Berbagai tanaman seperti mangga, pepaya, matoa, dan tanaman produktif lainnya yang tumbuh subur menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai keagamaan dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Semangat ini sekaligus menegaskan komitmen Kementerian Agama dalam menghadirkan pelayanan yang tidak hanya bermanfaat bagi umat, tetapi juga bagi keberlanjutan alam dan generasi mendatang.

There is nothing to show here!
Slider with alias slider 3 not found.

Terbaru