Home Berita Kawal Pelaksanaan MBG, Itjen Kemenag Tinjau Kesiapan Madrasah Hingga Distribusi

Kawal Pelaksanaan MBG, Itjen Kemenag Tinjau Kesiapan Madrasah Hingga Distribusi

4

Kemenag Kota Tangerang (ItjenNews)-Inspektorat Jenderal Kementerian Agama mengawal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di madrasah untuk memastikan program prioritas pemerintah berjalan tepat sasaran, tepat waktu, aman, dan memberikan manfaat nyata bagi peserta didik.

Hal tersebut disampaikan Inspektur Itjen Kemenag Ahmadun saat tim melakukan pemantauan pelaksanaan MBG di MA dan MTs At Taqwa, Kota Tangerang, Selasa (15/9/2026). Pemantauan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan pada enam madrasah negeri dan swasta di Kota Tangerang.

“Pengawasan ini dilakukan untuk memastikan program direktif Presiden dapat tepat sasaran, tepat waktu, serta memenuhi aspek keamanan pangan. Harapannya, program ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya anak didik kita, dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Semoga pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik,” ujar Ahmadun.

Di MA dan MTs At Taqwa, tim melihat langsung pelaksanaan MBG mulai dari kesesuaian data penerima manfaat, kesiapan madrasah, penerimaan makanan, hingga proses distribusi kepada siswa.

a

Pengendali Teknis Usup Rahman Hakim mengatakan, pemantauan dilakukan untuk melihat kesesuaian data penerima manfaat dengan kondisi di satuan pendidikan. Tim juga mencermati kesiapan sarana pendukung, seperti tempat transit makanan, fasilitas cuci tangan, sanitasi, ruang UKS, ketersediaan air bersih, serta pembagian tugas petugas di madrasah.

“Pemantauan dilakukan untuk melihat kesesuaian antara data penerima manfaat dengan kondisi sebenarnya di satuan pendidikan, kesiapan madrasah, sampai dengan proses penerimaan dan distribusi makanan,” kata Usup.

Kondisi makanan sebelum dibagikan kepada siswa juga menjadi perhatian tim. Ketua Tim Alfa Yunita bersama anggota tim Matroji dan Nuraeni melakukan uji organoleptik serta melihat kesiapan madrasah dalam menjalankan pembagian tugas antara kepala madrasah, petugas UKS, pelaksana, wali kelas, hingga siswa.

“Yang kami lihat bukan hanya makanannya sampai di madrasah, tetapi bagaimana makanan diterima, diuji keamanan dan kelayakannya, didistribusikan, dikonsumsi, hingga bagaimana sampah dan sisa makanan serta kemasan dikelola,” ujar Usup.

Tim turut melihat kesiapan madrasah menghadapi kondisi yang tidak diharapkan, seperti makanan yang tidak layak dikonsumsi, keterlambatan distribusi, kondisi darurat, maupun dugaan kejadian keracunan pangan. Mekanisme penanganan dan koordinasi dengan pihak terkait menjadi bagian yang turut dicermati.

Pemantauan MBG di Kota Tangerang dilakukan secara bertahap pada enam madrasah negeri dan swasta. Sehari sebelumnya, Senin (14/9/2026), tim melakukan pemantauan di MTsN 2 Kota Tangerang dengan sekitar 800 peserta didik sebagai penerima manfaat.

Rangkaian pemantauan dilanjutkan pada madrasah sasaran berikutnya untuk melihat pelaksanaan program secara langsung sekaligus memperoleh gambaran mengenai kesiapan satuan pendidikan dalam mendukung layanan makanan bergizi bagi peserta didik.

“Di balik satu piring MBG, ada masa depan anak bangsa yang harus dijaga. Karena itu, pengawasan terhadap kualitas dan pelaksanaannya menjadi bagian penting untuk menjaga komitmen negara dalam memenuhi kebutuhan gizi anak,” pungkas Ahmadun.